BISNIS ITU BAGAIKAN TUBUH MANUSIA:

Saya ingin mengajak kita untuk melihat bisnis melalui lensa yang berbeda. Dengan mengeksplorasi analogi yang menarik antara organ-organ dalam tubuh manusia dan elemen-elemen kunci dalam bisnis, kita akan mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana bisnis dapat berfungsi dengan efektif dan sehat.

CASHFLOW BAGAIKAN ALIRAN DARAH:

Cash flow, atau aliran kas, bisa dianalogikan seperti aliran darah dalam tubuh manusia. Darah memiliki fungsi vital untuk mengangkut oksigen dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh, dan hal yang sama berlaku untuk cash flow dalam bisnis. Dalam konteks bisnis, cash flow adalah aliran uang masuk dan keluar dari perusahaan. Ini mencakup pendapatan dari penjualan, pembayaran kepada pemasok dan karyawan, dan investasi dalam peralatan atau perluasan bisnis.

Sebagaimana darah harus mengalir dengan lancar dan seimbang dalam tubuh manusia untuk menjaga kesehatan, begitu juga cash flow dalam bisnis. Cash flow yang sehat berarti bahwa bisnis memiliki cukup uang tunai untuk membayar tagihan dan biaya operasionalnya tepat waktu, serta memiliki sisa untuk reinvestasi atau tabungan. Cash flow yang buruk, di sisi lain, bisa berarti masalah serius. Jika bisnis terus-menerus mengeluarkan lebih banyak uang daripada yang masuk, bisnis tersebut akan berjuang untuk bertahan.

Penting untuk diingat bahwa cash flow bukan hanya tentang jumlah uang yang masuk dan keluar, tetapi juga tentang waktu dan ritme aliran tersebut. Sama seperti tubuh manusia memerlukan pasokan darah yang konsisten, bisnis juga memerlukan aliran kas yang konsisten. Penjualan yang tinggi atau profit yang besar tidak berarti banyak jika cash flow terhambat atau tidak stabil. Oleh karena itu, manajemen cash flow yang efektif sangat penting bagi kesehatan jangka panjang bisnis.

KASUS:
Saya ada klien yang pendapatannya melebihi potensinya bahkan ekspektasi pemiliknya, karena keberhasilan kami sebelumnya dalam mendongkrak penjualan. Namun tidak lama berselang, tiba-tiba pemiliknya ugal-ugalan dalam berinvestasi membangun cabang-cabang baru karena menganggap bisnisnya telah berhasil mencetak keuntungan yang berlipat.

Dana operasional usaha yang sedang berjalan digunakan untuk investasi tersebut. Diperparah lagi dengan hutang bank yang menggunung. Di sisi lain, modal kerja yang ada semakin menipis karena tidak sedikit tagihan pemasok yang terhambat sehingga suplai barang mulai dibatasi pemasok.

Dampak selanjutnya, pendapatan akan semakin menurun karena produk yang semakin terbatas, cabang-cabang baru pun tidak lagi mampu berkembang, bahkan cabang-cabang ini hanya menjadi ‘cost center’ dan menambah beban semakin berat.

Jika ini terjadi, kita tunggulah AJAL bisnis ini, sunnatullahnya insya Allah bisnis ini SEGERA wafat dengan sangat menyakitkan, jika tidak ada langkah-langkah ekstrim untuk menanganinya.

Muhammad Azhar (Chairman di CRC)

Keranjang0
Tidak ada produk
Lanjut belanja lagi
0