Saat Bisnis Menjadi Manusia – Part 2

Saat Bisnis Menjadi Manusia – Part 2

KARYAWAN ADALAH NAFAS BISNIS:

Karyawan, atau pekerja, bisa dianalogikan sebagai “nafas” bagi bisnis. Bayangkan nafas sebagai sumber kehidupan yang memberikan energi dan vitalitas bagi tubuh manusia. Demikian pula, karyawan memberikan energi yang vital bagi bisnis untuk menjalankan operasinya.

Seperti halnya tubuh manusia membutuhkan oksigen dari nafas untuk mempertahankan keberlanjutan hidupnya, bisnis juga membutuhkan kontribusi karyawan dalam menjalankan berbagai fungsi penting. Para karyawan terlibat dalam tugas-tugas yang mendukung operasional sehari-hari bisnis, seperti penjualan, pemasaran, layanan pelanggan, pengelolaan persediaan, dan tugas-tugas lainnya yang memastikan kelancaran bisnis.

Selain itu, karyawan juga memiliki peran penting dalam pertumbuhan bisnis. Mereka berpartisipasi dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan, memperluas pasar, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Seperti nafas yang memberikan oksigen bagi tubuh untuk tumbuh, karyawan dengan dedikasi dan keterampilan mereka mendorong bisnis untuk tumbuh dan berkembang.

Selain energi dan pertumbuhan, karyawan juga berperan dalam menciptakan sinergi dan kerjasama di dalam bisnis. Mereka bekerja sama, berkolaborasi, dan mendukung satu sama lain dalam mencapai tujuan bisnis. Seperti nafas yang membantu menjaga keseimbangan dan kesehatan tubuh, kehadiran karyawan yang saling mendukung menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

Analogi ini juga menunjukkan bahwa karyawan memiliki potensi untuk mengembangkan diri dan tumbuh dalam perannya. Seperti nafas yang memberikan kesempatan untuk mengembangkan paru-paru, karyawan juga dapat belajar, melatih, dan berkembang secara profesional. Bisnis yang memberikan kesempatan tersebut akan membangun kepuasan kerja, loyalitas, dan motivasi yang lebih tinggi di antara karyawan.

Secara keseluruhan, analogi ini menggambarkan pentingnya karyawan dalam bisnis sebagai “nafas” yang memberikan energi, keberlanjutan, kontribusi pertumbuhan, sinergi, dan kesempatan pengembangan diri. Karyawan adalah elemen yang tak tergantikan dalam menjaga kelancaran operasional dan kesuksesan bisnis secara keseluruhan.

KASUS:
Hal yg unik dialami salah satu klien kami. Usahanya terjadi penurunan penjualan yang cukup signifikan. Langkah pertama yg ingin dilakukannya adalah pengurangan karyawan karena di situ biaya yg paling besar, dan karena itulah ia hendak menggunakan jasa kami untuk membantunya, khawatir trhdp dampaknya buat dia jika dia sndiri yg lakukan.

Namun, hal yg mengagetkan dr kami, bhw kami justru menganjurkan utk menambah karyawan dan menaikkan gaji karyawan2 lamanya mulai dari 15% hingga 100%.

Penolakan pun terjadi, meski akhirnya ia menerima setelah panjang lebar dijelaskan mengapa hal ini harus ditempuh dan apa saja konsekuensi2 yg akan dihadapi.

Kami pun melakukan ‘aktivasi’ untuk menciptakan ‘nafas-nafas’ menyehatkan. Dan terbukti produktivitas karyawan meningkat pesat dan berdampak langsung pada penjualan, dan ‘image’ usaha itu pun semakin membaik.

Informasi terakhir yg kami peroleh, bahwa rasio gaji karyawan dengan laba brutonya sudah di bawah 40% yang semula mencapai lebih 60%.

Itulah ‘kekuatan’ nafas jika dikelola dengan baik dan benar, maka akan mampu mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh bisnis secara maksimal, yang pada gilirannya secara ‘sunnatullah’ akan menyehatkan tubuh bisnis kita. Wallahu a’lam.

Muhammad Azhar (Chairman di CRC)

Saat Bisnis Menjadi Manusia – Part 1

Saat Bisnis Menjadi Manusia – Part 1

BISNIS ITU BAGAIKAN TUBUH MANUSIA:

Saya ingin mengajak kita untuk melihat bisnis melalui lensa yang berbeda. Dengan mengeksplorasi analogi yang menarik antara organ-organ dalam tubuh manusia dan elemen-elemen kunci dalam bisnis, kita akan mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana bisnis dapat berfungsi dengan efektif dan sehat.

CASHFLOW BAGAIKAN ALIRAN DARAH:

Cash flow, atau aliran kas, bisa dianalogikan seperti aliran darah dalam tubuh manusia. Darah memiliki fungsi vital untuk mengangkut oksigen dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh, dan hal yang sama berlaku untuk cash flow dalam bisnis. Dalam konteks bisnis, cash flow adalah aliran uang masuk dan keluar dari perusahaan. Ini mencakup pendapatan dari penjualan, pembayaran kepada pemasok dan karyawan, dan investasi dalam peralatan atau perluasan bisnis.

Sebagaimana darah harus mengalir dengan lancar dan seimbang dalam tubuh manusia untuk menjaga kesehatan, begitu juga cash flow dalam bisnis. Cash flow yang sehat berarti bahwa bisnis memiliki cukup uang tunai untuk membayar tagihan dan biaya operasionalnya tepat waktu, serta memiliki sisa untuk reinvestasi atau tabungan. Cash flow yang buruk, di sisi lain, bisa berarti masalah serius. Jika bisnis terus-menerus mengeluarkan lebih banyak uang daripada yang masuk, bisnis tersebut akan berjuang untuk bertahan.

Penting untuk diingat bahwa cash flow bukan hanya tentang jumlah uang yang masuk dan keluar, tetapi juga tentang waktu dan ritme aliran tersebut. Sama seperti tubuh manusia memerlukan pasokan darah yang konsisten, bisnis juga memerlukan aliran kas yang konsisten. Penjualan yang tinggi atau profit yang besar tidak berarti banyak jika cash flow terhambat atau tidak stabil. Oleh karena itu, manajemen cash flow yang efektif sangat penting bagi kesehatan jangka panjang bisnis.

KASUS:
Saya ada klien yang pendapatannya melebihi potensinya bahkan ekspektasi pemiliknya, karena keberhasilan kami sebelumnya dalam mendongkrak penjualan. Namun tidak lama berselang, tiba-tiba pemiliknya ugal-ugalan dalam berinvestasi membangun cabang-cabang baru karena menganggap bisnisnya telah berhasil mencetak keuntungan yang berlipat.

Dana operasional usaha yang sedang berjalan digunakan untuk investasi tersebut. Diperparah lagi dengan hutang bank yang menggunung. Di sisi lain, modal kerja yang ada semakin menipis karena tidak sedikit tagihan pemasok yang terhambat sehingga suplai barang mulai dibatasi pemasok.

Dampak selanjutnya, pendapatan akan semakin menurun karena produk yang semakin terbatas, cabang-cabang baru pun tidak lagi mampu berkembang, bahkan cabang-cabang ini hanya menjadi ‘cost center’ dan menambah beban semakin berat.

Jika ini terjadi, kita tunggulah AJAL bisnis ini, sunnatullahnya insya Allah bisnis ini SEGERA wafat dengan sangat menyakitkan, jika tidak ada langkah-langkah ekstrim untuk menanganinya.

Muhammad Azhar (Chairman di CRC)

Keranjang0
Tidak ada produk
Lanjut belanja lagi
0